Berita Bola

Takluk 0-1, Giampaolo: Tak Banyak Nilai Positif dari Performa Milan

Berita Bola,  Takluk 0-1, Giampaolo: Tak Banyak Nilai Positif dari Performa Milan

Pelatih AC Milan, Marco Giampaolo, amat kecewa dengan penampilan tim asuhannya saat takluk 0-1 dari Udinese di pekan pertama Liga Italia 2019-2020. Milan yang merupakan salah satu tim besar di Italia tak bisa membuat satu pun tembakan tepat sasar ke gawang Udinese sepanjang 90 pertandingan bergulir meski memiliki penguasaan bola.

Giampaolo pun menyatakan sedikit nilai positif yang ditangkapnya dari penampilan Milan kontra Udinese. Pelatih berpaspor Italia itu menilai Milan kesulitan untuk mengubah penguasaan bola yang dimiliki menjadi peluang berbahaya di depan gawang lawan.

Krzysztof Piatek (Foto: AC Milan)

Penguasaan bola yang tak menghasilkan peluang mencetak gol adalah awal dari kekalahan. Hal itu yang terjadi ke Milan saat Udinese menghukum mereka melalui gol dari Rodrigo Becao pada menit 72. Becao memanfaatkan umpan silang dari Rodrigo De Paul guna membuat Gianluigi Donnarumma memungut bola dari gawang Milan untuk pertama kalinya musim ini.

Baca Juga :

Hattrick Robert Lewandowski Hancurkan Schalke 3-0

Giampaolo berjanji akan segera melakukan evaluasi karena performa Milan yang seperti itu tak boleh terulang pada pertandingan berikutnya kontra Brecia di San Siro, Sabtu 31 Agustus 2019, malam WIB. Milan di atas kertas bisa menang mudah atas Bresia tetapi jika performa melawan Udinese terulang maka bukan tidak mungkin San Siro akan menjadi kuburan mereka.

Rodrigo Becao cetak gol ke gawang Milan (Foto: AC Milan)

“Selain hasilnya, karena kalah itu tidak baik, permainan kami tak memberi saya banyak indikasi positif. Anda dapat membaca apa tim melakukan dengan baik atau kurang baik. Saya akan mencoba untuk menganalisis lebih lanjut melebihi hasil tentang kemajuan pekerjaan kami, interpretasi kami tentang taktik tertentu dan karakteristik yang berbeda,” ujar Giampaolo, seperti yang dikutiip dari Panduan Bermain Judi.

“Ada banyak hal di sini yang perlu saya renungkan. Penguasaan bola perlu berkembang menjadi gerakan menyerang lebih banyak, tetapi mungkin itu bukan kesalahan kami, melainkan karena Udinese punya karakter saat bertahan yang membuat kami kesulitan. Saya merenungkan permainan, pada kemampuan tiga penyerang untuk mengembangkan apa yang ingin saya lihat, atau mungkin saya mencoba membuat mereka melakukan itu,” pungkasnya – Kamus Judi.